Korsel akan Luncurkan Satelit Mata-Mata Baru dari AS

SEOUL -- Korea Selatan (Korsel) sedang mempersiapkan peluncuran satelit pengintaian militer keempatnya dari wilayah AS pada akhir bulan ini. Langkah itu sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kemampuan pengawasan independennya atas Korea Utara (Korut), kata sumber pertahanan pada Rabu (2/5/2025).
Peluncuran tersebut dijadwalkan pada 22 April 2025 (waktu AS) dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida, menggunakan roket SpaceX Falcon 9, menurut sumber tersebut. Satelit tersebut akan membawa radar aperture sintetis (SAR), yang dirancang untuk menyediakan citra beresolusi tinggi terlepas dari kondisi cuaca atau pencahayaan.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Korsel belum mengonfirmasi tanggal tersebut secara publik, dengan alasan keamanan operasional. Tetapi, Kemenhan Korsel mencatat bahwa pengerahan tersebut merupakan bagian dari konstelasi lima satelit yang bertujuan untuk memungkinkan pengamatan yang hampir berkelanjutan terhadap aktivitas militer di Korut.
"Tanggal dan lokasi peluncuran yang tepat dapat berubah tergantung pada keadaan," kata seorang sumber yang mengetahui proyek tersebut kepada Kantor Berita Yonhap. Jika semua berjalan sesuai rencana, satelit keempat akan bergabung dengan tiga satelit lainnya yang diluncurkan antara Desember 2023 dan akhir 2024.
Defence Blog melaporkan, kemampuan berbasis antariksa baru-baru ini, dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan Seoul yang sudah lama pada intelijen satelit AS. Setelah beroperasi penuh, sistem lima satelit itu diharapkan memungkinkan Korsel untuk memantau Semenanjung Korea dalam interval sekitar dua jam.