Home > Nasional

Bertemu Pimpinan DPR, Anggota KPU dan Bawaslu Diminta Bekerja Profesional

Agar layanan berjalan efektif, diharapkan KPU dan Bawaslu menggunakan metode komunikasi yang strategis.
Anggota KPU dan Bawaslu terpilih 2022-2027 bertemu pimpinan DPR, Senin (14/3/2022).
Anggota KPU dan Bawaslu terpilih 2022-2027 bertemu pimpinan DPR, Senin (14/3/2022).

JAKARTA -- Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengundang tujuh calon anggota KPU dan lima calon anggota Bawaslu terpilih di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/3/2022). Para penyelenggara pemilu itu menggelar audiensi dengan pimpinan DPR sebagai bentuk konsultasi menyambut Pemilu 2024.

Adapun tujuh komisioner KPU terpilih periode 2022-2027 adalah August Mellaz, Betty Epsilon Idroos, Hasyim Asy'ari, Idham Holik, M Afifuddin, dan Parsadaan Harapan. Sementara anggota Bawaslu yang hadir adalah Lolly Suhenty, Puadi, Rahmat Bagja, Totok Hariyono, dan Herwyn Jefler Hielsa Malonda.

"Pimpinan DPR yang berkesempatan menemui kami adalah Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar," ucap Hasyim Asy'ari di Jakarta, Senin. Hasyim adalah satu-satunya komisioner KPU periode sebelumnya yang terpilih kembali.

Menurut Hasyim, Wakil Ketua DPR Lodewijk Paulus dan Rahmat Gobel tidak ikut menemui, lantaran sedang bertugas di luar kantor dan berada di daerah pemilihan (dapil). Dia menjelaskan, topik yang disampaikan pimpinan wakil rakyat dalam audiensi tersebut agar KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 bekerja berdasarkan konstitusi dan UU Pemilu.

"Dalam audiensi juga dipesankan agar KPU dan Bawaslu bekerja secara profesional, mandiri, akuntabel, dan transparan," ucap Hasyim.

Dia menyebut, dalam audiensi juga disampaikan pimpinan DPR agar tujuh anggota KPU dan lima anggota Bawaslu terpilih agar terus bekerja seperti biasa. Baik KPU dan Bawaslu, kata Hasyim, merupakan lembaga penyelenggara pemilu yang karakternya adalah melayani pemilih dalam menggunakan haknya dan melayani peserta pemilu.

"Oleh karena itu, agar layanan berjalan efektif, diharapkan KPU dan Bawaslu menggunakan metode komunikasi yang strategis," ucap Hasyim.

× Image