Home > Nasional

Jas Merah Jas Hijau, DDII Jatim Usulkan Mosi Integral Natsir 3 April 1950 Jadi Hari NKRI

Adanya Mosi Integral Natsir menandai bubarnya Republik Indonesia Serikat (RIS).
Pengurus DDII Jawa Timur mengusulkan 3 April sebagai Hari NKRI.
Pengurus DDII Jawa Timur mengusulkan 3 April sebagai Hari NKRI.

SURABAYA -- Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah), Jangan sekali-kali hilangkan jasa ulama (Jas Hijau). Sekretaris Majelis Syura Dewan Da'wah Islamiyah Jawa Timur (DDII Jatim) Ahmad Busyairi Mansur terus mengulang dua kalimat tersebut. Sekretaris Majelis Syura DDII Kota Surabaya Muhammad Yusuf juga menegaskan hal yang sama. Keduanya seirama seiya sekata menyampaikan aspirasi mendukung upaya pengurus DDII pusat mengusulkan kepada pemerintah Republik Indonesia (RI) agar tanggal 3 April ditetapkan sebagai Hari NKRI.

"Diusulkannya tanggal 3 April sebagai Hari NKRI tidak terlepas dari langkah strategis dan brilian dari Ketua Fraksi Partai Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia) Mohammad Natsir, yang pada tanggal 3 April 1950 mengajukan 'Mosi Integral' pada sidang Parlemen RIS (Republik Indonesia Serikat)," kata Ahmad Busyairi Mansur di Sekretariat DDII Jatim, Kota Surabaya, Ahad (3/4/2022).

Sekretaris DDII Jatim Tom Mas'udi menuturkan, Majelis Syura dan pengurus DDII Jatim, perwakilan pengurus kabupaten/kota, Muslimat Dewan Da'wah, Pemuda Dewan Da'wah, serta perwakilan Laznas, menyampaikan amanah rekomendasi Rakorwil II di Trawas, Kabupaten Mojokerto pada 19-20 Maret 2022. Keputusannya adalah DDII Jatim menyokong penuh upaya pengurus DDII Pusat mendukung penetapan Hari NKRI.

"Pak Ketua Kiai Haji Fathur Rohman tidak bisa hadir pada pertemuan kali ini karena persiapan terbang ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah Ramadhan. Jadi beliau mewakilkan kepada kami untuk menyampaikan sikap Dewan Da'wah Jawa Timur tentang penetapan tanggal 3 April sebagai Hari NKRI," ucap Tom.

Dia menjelaskan, adanya 'Mosi Integral Natsir' pada 3 April 1950 menandai bubarnya Republik Indonesia Serikat (RIS) yang merupakan hasil konferensi antara delegasi RI dan delegasi BFO (Bijeenkomst voor Federal Overleg) atau semacam Badan Permusyawaratan Federal, Nngara-negara bagian yang dibentuk oleh pemerintah Belanda. Menurut Tom, dengan Mosi Integral yang fenomenal itulah akhirnya Negara Republik Indonesia yang dicabik-cabik oleh Belanda menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS).

"Adapun RIS terdiri atas negara bagian, disatukan menjadi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). "Negara-negara bagian itu antara lain, Negara Indonesia Timur, Negara Madura, Negara Sumatera Timur, Negara Sumatra Selatan, Negara Jawa Timur, dan lain-lain," ucap Tom.

Dia pun menyitir ucapan Bung Hatta yang menyebut, setelah Mosi Integral Natsir, proklamasi kedua diumumkan pada 17 Agustus 1950. Sedangkan proklamasi pertama dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Dengan dasar fakta sejarah itulah, menurut Tom, DDII, organisasi yang didirikan oleh Mohammad Natsir, mengusulkan kepada pemerintah agar tanggal 3 April ditetapkan sebagai Hari NKRI.

"Pada hari ini juga, memperingati 72 tahun Mosi Integral Natsir, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia menyelenggaran seminar daring bertajuk 'Tasyakur Mosi Integral NKRI 3 April 1950' dengan narasumber Menko Polhukam Mahfud MD, eks Menkumham Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum DDII Adian Husaini," ujar Tom.

× Image