Dua Jet F-35 Belanda Dikerahkan ke Polandia Cegah Rudal Rusia

WARSAWA -- Dua jet tempur F-35 Belanda pada Selasa (25/2/2025), dikerahkan untuk membantu mengamankan wilayah udara Polandia di tengah serangan rudal dan pesawat nirawak Rusia yang besar terhadap Ukraina oleh Rusia. Ukraina adalah negara yang berbatasan dengan sekutu NATO. Operasi tersebut dipicu oleh skala serangan Rusia, yang mendorong respons terkoordinasi dari mitra NATO untuk memantau dan melindungi perbatasan timur aliansi tersebut.
Jet F-35 lepas landas dari sebuah pangkalan di Estonia, tempat Belanda menempatkan empat pesawat canggih buatan Amerika Serikat (AS) tersebut sebagai bagian dari upaya NATO untuk mempertahankan wilayah udaranya di sepanjang perbatasan timur. Dua jet tersebut dikerahkan atas permintaan NATO, yang mencerminkan kewaspadaan aliansi yang meningkat saat konflik di Ukraina meningkat.
Sampai saat ini, F-35 milik Belanda digunakan untuk mencegat pesawat Rusia yang mendekati wilayah NATO. Pilot Belanda telah melakukan sembilan misi semacam itu, mengidentifikasi 18 pesawat Rusia dalam prosesnya. Namun, pengerahan kemarin menggarisbawahi ancaman yang lebih luas yang ditimbulkan oleh tindakan terbaru Rusia, yang menargetkan Ukraina tetapi bergema di seluruh wilayah.
Keputusan NATO untuk mengaktifkan jet-jet tempur tersebut menyoroti peran strategis F-35 dalam menjaga keamanan di sepanjang perbatasan aliansi. Bertugas di Estonia, kontingen Belanda telah menjadi komponen utama kehadiran NATO di Baltik, kawasan yang semakin terancam karena aktivitas militer Rusia. Kemampuan canggih jet-jet tempur tersebut membuatnya sangat cocok untuk menanggapi ancaman kompleks seperti yang terlihat di Ukraina.
Polandia yang berada di dekat zona konflik, mengandalkan dukungan NATO untuk memastikan wilayah udaranya tetap aman saat serangan Rusia berlangsung. F-35 Belanda memainkan peran penting dalam upaya tersebut, memperkuat komitmen aliansi terhadap pertahanan kolektif. Operasi tersebut berakhir tanpa insiden, tetapi menjadi sinyal yang jelas tentang kesiapan NATO untuk bertindak cepat dalam menanggapi meningkatnya ketegangan di dekat wilayahnya.
Negara-negara Baltik, seperti Estonia, Latvia, dan Lithuania, menjadi tuan rumah bagi jaringan pangkalan militer yang semakin penting bagi strategi pertahanan NATO di sepanjang tepi timur aliansi tersebut. Negara-negara kecil itu yang terletak di antara Rusia dan daerah kantongnya Kaliningrad, mengandalkan gabungan pasukan mereka sendiri dan sekutu NATO untuk menjaga keamanan di wilayah yang ditandai oleh meningkatnya ketegangan.
Di Estonia, Pangkalan Udara Amari menonjol sebagai fasilitas utama. Terletak sekitar 40 mil di barat daya Tallinn, pangkalan tersebut berfungsi sebagai pusat misi Patroli Udara Baltik NATO, yang melindungi wilayah udara ketiga negara Baltik tersebut. Pangkalan tersebut telah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, berkat investasi dari AS melalui Prakarsa Pencegahan Eropa.
Peningkatan itu mencakup fasilitas penyimpanan bahan bakar baru dan perluasan apron untuk jet tempur, yang meningkatkan kapasitas pangkalan untuk mendukung pesawat sekutu. F-35 Belanda, misalnya, telah beroperasi dari Amari, seperti yang terlihat dalam penempatannya baru-baru ini untuk melawan aktivitas Rusia di dekat Ukraina.