Home > Mancanegara

Naval Group Geram ke TKMS yang Suka Berbagi Teknologi Kapal Selam

TKMS dituding secara sembrono membagikan teknologi kapal selam ke Korsel dan Turki, hingga mereka menjadi pesaing di pasar global.
Kapal selam Scorpene milik Angkatan Laut India. Sumber:Indian Navy Scorpene
Kapal selam Scorpene milik Angkatan Laut India. Sumber:Indian Navy Scorpene

PARIS -- Perselisihan sengit telah meletus antara dua raksasa produsen kapal Eropa, Naval Group dan ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS). Hal itu setelah Naval Group menuduh saingannya dari Jerman itu secara sembrono melakukan transfer teknologi kapal selam ke negara-negara tertentu, yang memberdayakan mereka untuk membangun kapal selam mereka sendiri dan muncul sebagai pesaing baru.

Naval Group telah melontarkan tuduhan pedas terhadap TKMS, mengeklaim bahwa pembuat kapal asal Jerman tersebut secara sembrono menyerahkan teknologi kapal selam kepada negara lain. Hal itu memungkinkan negara seperti Korea Selatan dan Turki mampu mengembangkan armada mereka sendiri yang tangguh.

Defence Security Asia belum lama ini, melaporkan, perusahaan Prancis itu menilai, TKMS tidak hanya berbagi keahlian dan teknologi, tetapi juga secara aktif merekayasa pesaingnya sendiri pada masa depan. Pesaing itu adalah negara yang menerima transfer teknologi hingga mampu memproduksi kapal sendiri secara mandiri dan ikut meramaikan pasar kapal selam global.

"TKMS adalah 'juara dalam menciptakan pesaing'. Mereka telah melakukan transfer teknologi yang ekstensif ke Turki dan Korea Selatan, dua negara yang kini menjadi pemain aktif di pasar ekspor kapal selam," kata Kepala Strategi, Kerja Sama, serta Merger dan Akuisisi Naval Group, Guillaume Rochard.

Kedua perusahaan tersebut memproduksi kapal selam untuk pasar internasional. Naval Group memproduksi, antara lain, kapal selam kelas Scorpene, yang saat ini digunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN). Indonesia pun sudah memesan dua kapal selam Scorpene dari Naval Group.

× Image