Home > Pertahanan

Menlu dan Menhan RI-Australia Gelar 22, Bahas Peningkatan DCA

Menhan Sjafrie mengusulkan penguatan kerja sama pertahanan, termasuk pertemuan trilateral Indonesia-Papua Nugini-Australia.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menlu Sugiono bertemu Menhan Australia Richard Marles dan Menlu Penny Wong. Sumber: Kemenhan
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menlu Sugiono bertemu Menhan Australia Richard Marles dan Menlu Penny Wong. Sumber: Kemenhan

CANBERRA -- Pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia–Australia (2+2 Foreign and Defence Ministers’ Meeting) digelar di Canberra pada Kamis (28/8/2025). Acara dibuka dengan sambutan hangat Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia Richard Donald Marles yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menlu RI Sugiono.

Menhan Marles menekankan, arti strategis Indonesia bagi Australia dari perspektif geografis maupun keamanan. Dia juga menyoroti Defence Cooperation Agreement (DCA) yang telah ditandatangani pada 2024, sebagai bukti penguatan hubungan pertahanan kedua negara.

Menlu Australia Penny Wong menegaskan, Indonesia bukan sekadar tetangga, melainkan mitra strategis utama bagi Australia. Menurut dia, kunjungan delegasi Indonesia memiliki nilai strategis yang sangat penting dan diapresiasi tinggi oleh Australia.

Dia pun menekankan kesamaan kepentingan kedua negara dalam menciptakan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera, serta menyampaikan sejumlah inisiatif baru, seperti kerja sama maritim, kemitraan untuk perdamaian dan stabilitas, serta peningkatan kerja sama di kawasan Pasifik. Selain itu, Wong juga menyoroti komitmen bersama dalam mendukung proses perdamaian di Timur Tengah.

Sedangkan Menlu RI Sugiono menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pertemuan tersebut, yang menandakan kedekatan dengan Australia merupakan kepentingan nasional Indonesia. "Pertemuan 2+2 ini sebagai forum strategis untuk memperkuat kerja sama pertahanan, diplomasi, serta kontribusi bersama terhadap stabilitas regional dan global," kata Sugiono.

Menhan RI Sjafrie mengapresiasi penyelenggaraan pertemuan yang menjadi pengalaman pertamanya mengikuti 2+2. Pertemuan 2+2 pernah diikuti Sjafrie ketika mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto kala menjabat menhan periode 2019-2024. Dia pun berharap, pertemuan tersebut menghasilkan diskusi produktif dalam memperkuat hubungan pertahanan dan diplomasi kedua negara.

Sjafrie mengingatkan, pentingnya mempererat hubungan antarpemimpin (leaders to leaders) dan antarmasyarakat (people to people contact), sebagai fondasi hubungan strategis Indonesia–Australia. Selain itu, ia mengusulkan penguatan kerja sama pertahanan, termasuk kemungkinan pertemuan trilateral Indonesia-Papua Nugini-Australia, kerja sama pertahanan darat, pelatihan pasukan khusus kontra-terorisme, serta pengembangan latihan gabungan tiga matra.

Menhan Marles menyatakan dukungan penuh atas usulan Safrie. Dia menegaskan, kerja sama pertahanan merupakan pilar utama hubungan kedua negara. Australia berkomitmen untuk mendorong penguatan DCA ke tingkat berikutnya, termasuk kerja sama pertukaran informasi, peningkatan kepercayaan institusional pertahanan, serta kolaborasi industri pertahanan.

Dalam bidang maritim, Marles menekankan pentingnya implementasi kesepakatan kerja sama, termasuk penguatan koordinasi antara Bakamla, Badan Informasi Geospasial Indonesia, dan pihak terkait lainnya dalam pembangunan Maritime Domain Awareness (MDA). Menhan Sjafrie juga menyambut baik usulan tersebut.

Dia menegaskan pentingnya menjaga prinsip dasar dalam hubungan bilateral. Sjafrie menanggapi dengan menyampaikan penghargaan atas sikap Australia yang menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Indonesia. Menhan menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara harus dijaga.

× Image