Turki Bergerak Kuasai Pangkalan Udara T4 di Suriah, Israel Terancam

ANKARA -- Turki telah memulai upaya untuk menguasai pangkalan udara Tiyas di Suriah, yang juga dikenal sebagai T4. Militer Turki juga bersiap untuk menyebarkan sistem pertahanan udara di sana, sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Middle East Eye.
Rencana pembangunan untuk lokasi tersebut juga dilaporkan sedang berlangsung. Ankara dan Damaskus telah merundingkan pakta pertahanan sejak Desember 2024, menyusul penggulingan Bashar al-Assad. Perjanjian tersebut akan membuat Turki menyediakan perlindungan udara dan militer bagi pemerintahan baru Suriah, yang saat ini tidak memiliki militer yang berfungsi.
Meskipun pejabat Turki sebelumnya telah meremehkan kemungkinan kehadiran militer di Suriah, dengan menggambarkan rencana tersebut sebagai prematur, negosiasi terus berlanjut secara diam-diam. Sementara Israel memandang kehadiran militer Turki di Suriah sebagai ancaman potensial.
Di sisi lain, Ankara bertujuan untuk menstabilkan negara tersebut dengan memanfaatkan kemampuan militernya dan mengisi kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan oleh penarikan Rusia dan Iran. Turki juga bermaksud untuk mengintensifkan perlawanannya terhadap kelompok Negara Islam (IS), syarat utama bagi Amerika Serikat untuk mempertimbangkan penarikan diri dari kawasan tersebut.
Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Turki telah mulai bergerak untuk mengambil alih kendali pangkalan udara T4, yang terletak di dekat Palmyra di Suriah tengah. "Sistem pertahanan udara tipe Hisar akan dikerahkan ke T4 untuk menyediakan perlindungan udara bagi pangkalan tersebut," kata sumber tersebut.
"Setelah sistem tersebut terpasang, pangkalan tersebut akan dibangun kembali dan diperluas dengan fasilitas yang diperlukan. Ankara juga berencana untuk mengerahkan pesawat pengintai dan pesawat nirawak bersenjata, termasuk yang memiliki kemampuan serangan yang lebih luas."