Home > Umum

Guru SD yang Dinonaktifkan Disdik Depok karena Kasus HRS Terima Donasi Rp 60 Juta

Kurawa bersimpati dengan Guru Eni Rohaeni yang menjadi korban persekusi simpatisan HRS.
Penyerahan donasi Rp 60 juta untuk Eny Rohaeini (kiri).
Penyerahan donasi Rp 60 juta untuk Eny Rohaeini (kiri).

JAKARTA -- Guru SDN 3 Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Eny Rohaeini S.Pd yang statusnya dinonaktifkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, mendapatkan donasi Rp 60 juta. Kasus Eny bermula ketika ia menuding Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai dalang di balik penutupan Holywings di Jakarta.

Tudingan Eni itu mengomentari tangkapan layar berita yang dibagikan akun Denny Siregar terkait langkah Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan menutup Holywings, yang mendapat dukungan berbagai elemen masyarakat termasuk FPI. Denny menganggap FPI bersama HRS menggerakkan Anies hingga sukses menutup Holywings, yang padahal kasusnya terkait promosi miras bernama Muhammad dan Maria.

Eni pun berkomentar dengan nada menuding HRS menutup Holywings karena sudah tidak mendapatkan setoran uang dari manajemen. "Soalnya Si Rizik sudah kagak terima upeti lagi dari diskotek itu," kata Eni lewat akun Twitter @pd_eni, yang membuat cicitan pada 28 Juni 2022 pukul 11.57 WIB.

Setelah status yang dibuat Eni viral, ia pun meminta maaf. Video permintaan maaf itu ternyata tidak membuat suasana adem. Dia sempat didatangi ibu-ibu simpatisan HRS di rumahnya di kawasan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Eni juga sempat meminta maaf dikawal Babinsa dan Bhabinkamtibmas, yang dalam video viral berjanji tidak akan mengulangi perbuatan sebelumnya lagi.

Ketika mendapati Eni dipersekusi di dunia maya, Kurawa pun berusaha menggalang dana. Apalagi, setelah Kurawa tahu status Eni hanyalah guru honorer dan merasa kasihan. Penggalangan dana yang dilakukan Kurawa menuai simpati banyak pihak hingga mampu mengumpulkan dana Rp 60 juta.

"Penyerahan donasi dari rekan-rekan donatur followers tercinta kepada Ibu Guru Eni malam ini di kediamannya daerah Depok sebagai salah satu korban persekusi. Alhamdulillah terkumpul senilai Rp 60.000.000 untuk meringankan beban hidup beliau akibat persekusi fisik maupun nafkah," kata @kurawa dikutip di Jakarta, Rabu (13/7/2022).

Penulis buku biografi A Man Called Ahok tersebut menjelaskan, donasi yang terkumpul sebenarnya Rp 59,53 juta. Kemudian ada hamba Allah menggenapkan sumbangan menjadi Rp 60 juta. "100 persen diserahkan kepada Bu Eni di Depok (Senin) malam ini. Berikut mutasi rekening koran terupdate (ada tambahan terakhir Rp 300.000)," kata Kurawa melaporkan sumbangan sebagai bentuk transparansi.

Dia menjelaskan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Kurawa pun meminta rekannya menyerahkan donasi. "Di mana kondisi Bu Eni yang 'terpaksa' belum bisa keluar dari rumahnya dan mendapat pengawalan ketat dari aparat maka saya kirimkan utusan langsung Mbak Sulis @saya_cuplis yang mengunjungi rumah beliau. Inilah efek jahat korban persekusi," katanya.

Kemudian, Kurawa mengunggah video ucapan terima kasih Guru Eni atas donasi dari warganet yang diberikan kepadanya. "Ucapan terima kasih dari Bu Eni kepada ratusan donatur yang sudah memberikan simpati baik berupa materi, doa maupun moral. Semoga semua kembali normal sedekiakala. Karena persekusi adalah perbuatan pengecut yang harus dilawan oleh negara dan warga," kata Kurawa.

× Image